Ducati Desak Dorna Ubah Regulasi Mesin MotoGP

onajosjeca – Direktur Teknik Ducati, Paolo Ciabatti, mendesak Dorna agar mengubah judi domino regulasi mesin MotoGP. Ciabatti menyebut sulit bagi setiap pabrikan menentukan spesifikasi mesin sebelum musim dimulai. Sejak 2008, Dorna memberlakukan peraturan Frozen Engine. Setiap pabrikan tak boleh mengembangkan mesin lagi saat musim berjalan. Semua spesifikasi mesin sudah harus didaftarkan ke Dorna sebelum seri pertama di Qatar, 18 Maret 2018.

“Tentu saja peratuan ini sangat berisiko karena permasalahan biasanya datang saat pertengahan musim,” ujar Ciabatti dikutip dari Tuttomotoriweb, Minggu (25/2/2018).

“Kami mengusulkan agar setiap pabrikan boleh mengganti mesin dengan kondisi tertentu. Di satu sisi kami juga memikirkan tentang biaya pengembangan mesin yang tidak sedikit,” sambungnya.

Pada MotoGP 2018, Ducati menjadi pabrikan dengan mesin paling banyak. Tim yang bermarkas di sbobet Bologna tersebut mendaftarkan tiga kategori mesin.

Ducati memiliki tiga tim satelit yakni Aspar, Pramac, Avintia. Ducati bakal menggunakan mesin 2018 untuk Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso, dan Danilo Petrucci. Adapun mesin versi 2017 dan 2016 bakal dipakai Aspar dan Pramac.

Masalah Lorenzo
Sementara pembalap Ducati Jorge Lorenzo belum mendapat hasil memuaskan dalam dua tes pramusim MotoGP 2018. X-Fuera belum juga menemukan performa terbaiknya dan gagal bersaing dengan pembalap-pembalap papan atas lainnya.

Setelah tampil pada tes pramusim yang dijalani pembalap Ducati di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, pekan lalu, pengamat MotoGP, Carlo Pernat, mencoba membedah kekurangan Lorenzo. Menurutnya, pria asal Spanyol itu masih bermasalah dengan mental.

Pada tes pramusm selama tiga hari, pembalap tim Repsol Honda yakni Dani Pedrosa berhasil mendominasi dengan berada di urutan pertama. Sementara Marc Marquez dan Cal Crutchlow (LCR Honda) menduduki peringkat ketiga dan keempat. Hanya Johann Zarco (Tech 3) yang sukses memberikan perlawanan dengan berada di posisi kedua.

Sementara Lorenzo gagal mengelola ban Michelin dan perangkat yang terdapat pada Desmosedici GP18. Menurut Pernat, kegagalan yang dialami Lorenzo setidaknya membuktikan bahwa persiapan untuk tes pramusim di Buriram tidak berjalan dengan baik.

Ini jauh berbeda dengan hasil yang dicatat Lorenzo sewaktu menjalani pengujian pertama tahun ini di Sepang. Pernat lantas menduga bagaimanapun bahwa masalah utamanya berada dari segi mentalitas Lorenzo sendiri. “Saya pikir Lorenzo memiliki masalah mental. Tidak dalam arti dia gila,” ungkap Pernat dikutip Motorsport-Total, Jumat (23/2/2018).

“Ini berkaitan dengan sesuatu yang tidak berjalan baik. Tapi Jorge setidaknya akan segera bangkit,” ujar Pernat.

Ducati sebenarnya sudah melakukan banyak hal untuk membantu Lorenzo bersinar. Sebelum tampil di Buriram, Davide Tardozzi selaku manajer tim Ducati telah menjanjikan jayapoker perbaikan pada kecepatan kuda besi Desmosedici GP18 agar kendaraan mampu berakselerasi lebih mudah di tengah tikungan. Perbaikan ini akan membuat Jorge Lorenzo berada dalam posisi yang lebih kuat di gelaran MotoGP musim ini.

Lorenzo diketahui sangat bergantung pada area itu (mid-corner), karena dia ingin tampil dalam waktu putaran yang cepat dan konsisten. Pertanda keberhasilan tim Ducati sudah terasa saat X-Fuera mencatatkan rekor waktu tercepat di tes pramusim pertama yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, beberapa waktu lalu.

ducati